Kau bukanlah bangunan mewah yang megah seperti yang ada
disekelilingmu
Dinding dan atapmu
tidaklah terbuat dari batangan emas
Tiang penyanggahmu tidaklah
terbuat dari besi baja
Jendelamu tidaklah berlapis
berlian
Alasmu tidaklah
terbuat dari batu marmer
Kau hanyalah bangunan
sederhana
terbuat dari tumpukan
batu dan kayu
Serta beberapa helai
pelepah daun sagu
Yang hanya memiliki
dua ruangan
Hanya saja pintumu tak
pernah kau tutup
Kau ijikan siapa saja
untuk singgah walau hanya untuk sesaat
Bahkan yang hanya
mencibirmu karena kesederhanaanmu
Ditengah-tengah
kehidupan megah yang ada disekelilingmu
Aku teringat saat
pertama aku memasuki pintu rumahmu
Mengherankan bagiku
karena tak ketemukan perapian didalamu
Namun aku merasakan
hangat yang tak kumengerti berasal darimana
Tak ada satu pun benda
yang membuatku tertarik untuk kembali padamu
Namun setiapkali aku
pergi meninggalkanmu
kakiku selalu
menuntunku kembali padamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar