Remaja adalah tahap
perkembangan manusia yang pada tahap inilah pencarian diri. Pada saat remaja
mencari diri (kepribadian) dalam lingkungan sekitarnya lalu mereka menemukan
lingkunagan yang mampu menerima mereka,
dan lingkunga tersebut lebih memberi persetujuan pada mereka sehingga mereka
memiliki peran dalam lingkungan tersebut lalu mereka merasa menjadi satu dengan
lingkungan tersebut lalu muncul perasaan stereotip, Tak jarang remaja masuk
dalam lingkungan yang salah atau kurang baik sehingga remaja memilih komitmen pada hal
yang salah juga. Misalnya komitmen untuk membela teman (yang ada dalam
lingkungan) suatu ketika teman dari lingkungan tersebut membuat kesalahan yang
menyebabkan pertengkaran (tawuran) antara lingkungannya dengan lingkungan lain
dengan mengesampingkan aspek-aspek kebenaran mereka membela teman yang salah
ditambah dengan sikap stereotif mereka sehingga di antara kedua lingkungan
timbul rasa dendam sehingga pertengkaran mereka tidak berujung.
Menurut George Herbert
Mead dalam buku Mind,Self, and society (1972) Manusia lahir belum memiliki diri
(self), dan diri manusia berkembang tahap demi tahap melalui interaksi. Menurut
Erik Erikson berkembangnya manusia dari satu tahap ke tahap berikutnya bergantung
pada keberhasilan dalam tahap sebelumnya karena disetiap tahap memiliki tugas
perkembangan sendiri yang bersifat psikososial. Pada tahap pertama dalam
perkembangan yang dikemukakan erik Erikson
adalah masa bayi, pada masa ini psikososialnya adalah harapan dan kepercayaan
ketika tujuan tahap ini tidak berhasil maka bayi tersebut akan didominasi
dengan rasa takut. Lalu pada tahap selanjutnya (2-3 tahun) yaitu keinginan dan
kehendak jika tahap ini tidak berhasil pula, selain anak tersebut didominasi
rasa takut anak tersebut juga akan menjadi kurang mandiri. Pada tahap tiga (3-6
tahun) seorang anak belajar menemukan keseimbangan antara kemampuan dalam
dirinya dengan harapan dan tujuannya. Pada tahap ini konflik yang terjadi
inisiatif atau terbentuknya perasaan bersalah, seandainya pada tahap ini tidak
berhasil maka anak tersebu akan menjadi kurang memiliki inisiatif. Tahap empat
(6-12 tahun) pada tahap ini seorang telah membandingkan kemampuan yang mereka
miliki dengan kemampuan orang lain sehingga kekuatan yang harus ada dalam tahap
ini adalah kompetensi karena dengan demikian akan terjdi pengingkatan dalam
kerampilan yang dimiliki jika dalam tahap ini tidak berhasil maka kemungkinan
seseorang tersebut akan kurang percaya diri karena keterampilannya yang kurang.
Lalu selanjunya tahap lima (12-20 tahun) tahap ini sudah memasuki tahap remaja
dan disilah seseorang sudah harus memiliki komitmen yang kuat sehingga
membentuk kepribadian yang kuat pula, namun bisa di simpulkan bagaimana yang
akan terjadi jika perkembangan sebelumnya tidak berkembang secara bersahil
(baik) maka sesorang tersebut akan didominasi rasa takut, kurang mandiri,
kurang inisiaif, kurang percaya diri lalu lambat laun seseorang tersebut
menjadi minder atau mungkin menjadi tidak nyaman sehingga seseorang tersebut
mencari lingkungan lain yang mereka anggap nyaman dan mereka dapat diterima di
lingkungan tersebut.